5 Bahan Cetak Roll up Banner yang Paling Sering Digunakan

Bahan Cetak Roll up Banner yang Paling Sering Digunakan

Strategi pemasaran dan penjualan merupakan ujung tombak bagi perusahaan mana pun. Baik yang masih skala lokal, nasional, maupun internasional. Demi efektivitas pemasaran, maka perusahaan perlu bermitra dengan jasa cetak roll up banner. Tapi sebelum itu, pastikan dulu apakah jasa tersebut menggunakan bahan atau material seperti di bawah ini atau tidak.

  1. Flexy China

Material ini di dunia printing menempati posisi atas karena sifatnya yang tahan lama dan adaptif. Tak hanya sebagai bahan utama pembuatan roll up banner, flexy China juga sering digunakan untuk bikin baliho, spanduk, hingga billboard. Jenis material ini ketika disentuh terasa agak halus, kasar, plus agak tipis sehingga cukup ringan saat dijinjing.

Selain tahan lama, bahan flexy China sangat disukai oleh perusahaan percetakan karena sangat ekonomis. Ketahanan terhadap perubahan suhu pada ruangan juga telah teruji. Oleh karena itu, roll up banner kerapkali dipasang pada ruangan tertutup atau indoor. Sebab kalau sampai terpapar oleh sinar matahari atau air hujan secara langsung, efeknya bisa retak-retak.

  1. Flexy Korea

Dari segi karakteristiknya, flexy Korea sedikit mirip dengan flexy China, yakni sama-sama berserat dan bisa digunakan untuk pembuatan roll up banner. Hanya saja, flexy Korea terasa lebih tebal. Material ini juga bisa dipakai untuk pembuatan spanduk, X-banner, Y-banner, hingga backwall. Kalau disandingkan dengan terpal, sekilas mirip-mirip.

Berhubung harganya cukup mahal, maka banyak perusahaan rintisan menghindari penggunaan material ini karena belum cukup ekonomis. Sedangkan perusahaan rintisan memerlukan kelancaran pada arus perputaran modal. Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa daya tahan flexy Korea untuk pemasangan outdoor lebih terjaga ketimbang flexy China.

  1. Flexy Jerman

Dibanding flexy China dan Korea, jenis material ini memiliki daya tahan paling lama. Saat diraba, teksturnya pun sangat halus. Penggunaan flexy Jerman bisa ditempatkan di luar ruangan ataupun ruangan tertutup. Mengingat ketebalannya lebih tinggi ketimbang 2 bahan flexy yang dibahas sebelumnya. Begitu juga dengan harga yang dibanderol.

Bisa dibilang, flexy Jerman ini masuk kelas premium dan seringkali hanya digunakan oleh perusahaan percetakan berskala nasional/internasional. Meski ditempatkan di luar ruangan, material ini mampu bertahan kurang lebih selama 1-2 tahun. Hebatnya, dalam kurun waktu tersebut, kualitas bahannya cenderung terjaga biarpun sering berpindah-pindah.

  1. Albatros

Tidak seperti 3 bahan sebelumnya, albatros dikhususkan untuk pembuatan roll up banner pada ruangan tertutup/indoor. Alhasil, dari segi harga di kalangan material serupa jadi sangat kompetitif. Selain untuk membuat roll banner, albatros juga bisa digunakan untuk mencetak X-banner dan poster. Biasanya yang dijual di pasaran memiliki ketebalan 180-210 gsm.

Adakah kekurangan yang dimiliki oleh material ini? Secara garis besar sangat minim sih. Kalau toh ada, biasanya berkaitan dengan daya tahannya begitu dipasang pada ruangan tertutup. Terutama ruangan yang didalamnya ada AC. Untuk penggunaan lebih dari 1 bulan, bahan ini bisa melengkung dan harus diganti dengan yang baru.

  1. Easy Banner

Dunia percetakan sangat jarang menggunakan material ini. Padahal bagus juga jika diterapkan untuk pembuatan roll up banner. Sifatnya yang tidak licin dan lebih berat ketimbang albatros membuat hasil cetakannya terlihat eksklusif. Mau dipasang pada ruangan tertutup ataupun luar ruangan, daya tahannya relatif terjaga dan tidak mudah melengkung.

Pemilihan jasa percetakan roll up banner dengan mempertimbangkan penggunaan material dasar sifatnya sangat penting dan mendesak. Sebab hal tersebut berkaitan erat dengan kelancaran bisnis Anda, dan salah satu jasa percetakan roll up banner yang kami rekomendasikan yaitu di printerous.com. Apabila suatu hari mendapat tawaran untuk cetak roll up banner yang tidak menggunakan salah satu dari material di atas, coba pertimbangkan lagi ya.

admin

shares