Apa Itu Data Center Tier? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Apa Itu Data Center Tier Berikut Penjelasan Lengkapnya

Kini, aktivitas bisnis telah berkembang dan suatu perusahaan membutuhkan adanya fasilitas penyimpanan data yang lebih besar dan juga handal. Nah, solusinya, Anda bisa menggunakan layanan data center. Lalu, apa yang dimaksud dengan data center? Berikut penjelasan lengkap mengenai data center tier yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Tier Data Center

Pada data center, terdapat sistem klasifikasi tier yang secara konsisten melakukan evaluasi terhadap berbagai infrastruktur data center. Hal ini berlaku dalam kinerja operasional data center secara menyeluruh, terutama pada penialaian aksesibilitas atau uptime. Jadi, sertifikasi tier menggambarkan bahwa data center bisa diakses tanpa gangguan atau tanpa putus.

Pengertian Tier 1

Tier 1 data center merupakan peralatan IT yang dilayani oleh satu jalur distribusi non-redundat atau satu uplink per satu server. Biasanya, jenis data center ini ditemui di banyak perusahaan besar yang memiliki data center sendiri.

Data center jenis ini fokus pada kemampuan untuk dapat melayani aktivitas operasional selama jam kerja dan di-back up dengan UPS. Tingkat up time pada tier 1 berkisar 99.671 persen atau dalam setahun batas toleransi gangguan maksimal 28 jam.

Pengertian Tier 2

Secara mendasar, data center tier 2 hampir sama dengan tier 1. Namun, pada data center jenis ini sudah ditambah dengan komponen redundant yang serba mempunyai sumber daya cadangan, yang merupakan arti dari redundant tersebut.

Selain UPS, data center jenis tier 2 ini juga harus dilengkapi dengan genset sebagai persiapan saat ada pemadaman bergilir dari pihak PLN. Tingkat tingkat uptime pada data center ini sebesar 99.741 persen atau hanya mempunyai toleransi down selama 22 jam selama setahun.

Pengertian Tier 3

Seperti halnya dengan tier 2, pengertian tier data center tingkat 2 ini ditambah lagi dengan persyaratan seluruh peralatan fasilitas pada data center tingkat ini. Tidak hanya itu, data center tingkat 3 ini juga harus mempunyai lebih dari satu sumber daya listrik dan jaringan (multi network link) sehingga syarat “no shutdown” bisa terpenuhi pada data center tingkat ini.

Tingkat uptime pada data center ini sebesar 99.982 persen atau bisa diartikan toleransi gangguan dalam setahun maksimal hanya 1,5 jam saja. Biasanya, data center tingkat 3 ini hampir tidak berbeda dengan performa pada data center tingkat 4.

Pengertian Tier 4

Sama seperti tier 3 data center, tier 4 hanya mempunyai toleransi down time 30 menit selama setahun. Data center ini selain menggunakan 2 N, antara UPS dan back up terletak di jalur yang berbeda. Dengan kata lain, data center ini bediri di dua kaki. Biasanya, data center ini digunakan oleh raksasa internet global seperti Google, Facebook, dan lain sebagainya.

Bagaimana Penggunaaan Data Center yang Ideal?

Investasi dan juga biaya operasional pada data center biasanya mengikuti tingkatan per tier tersebut yang telah dijelaskan di atas. Sehingga, semain tinggi tingkatnya, maka semakin besar pula modal dan biaya yang musti dikeluarkan.

Idealnya, perusahaan yang beroperasi pada jam kantor baiknya menggunakan data center pada tier 1 sampai tier 2 di gedungnya. Selain itu, tempatkan perangkat IT cadangannya di sebuah penyedia fasilitas data center tingkat 3 sehingga beban pengeluaran modal dapat lebih optimal.

Nah, itu dia ulasan mengenai data center tier. Bagi Anda yang ingin menggunakan layanan data center terbaik, Anda bisa menggunakan layanan data center dari Lintasarta. Lintasarta data center bisa menjadi solusi bagi kebutuhan penyimpanan data perusahaan Anda yang aman dan handal, serta dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung dan juga infrastruktur yang lengkap.

admin

shares