Cara dan Syarat-Syarat Mengurus Akta Jual Beli Rumah

Cara dan Syarat-Syarat Mengurus Akta Jual Beli Rumah

Bagi sebagian orang berfikir bahwa mengurus Akta Jual Beli Rumah itu sulit. Sebenarnya tidak sesulit yang mereka bayangkan. Ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan yaitu pentingnya Akta Jual Beli Rumah, besarnya biaya mengurus Akta Jual Beli Rumah dan persyaratan apa saja untuk mengurus Akta Jual Beli Rumah.

Selain itu, Anda juga harus tahu bagaimana mengurus Akta Jual Beli Rumah melalui KPR dan oper kredit. Panduan untuk mengurus Akta Jual Beli Rumah tentunya sangat berguna bagi Anda ketika ingin membeli rumah.

Pentingnya Mengurus Akta Jual Beli Rumah

Mungkin bagi mereka yang baru pertama kali membeli rumah, pengurusan akta jual beli merupakan hal yang rumit. Jika Anda ingin cara yang lebih praktis dan tidak perlu pusing, maka Anda dapat menggunakan jasa agen properti professional yang sudah terpercaya.

Tugas agen properti selain mengurus jual beli rumah juga dapat membantu Anda dalam mengurusi legalitas sebuah dokumen jual belinya. Dengan Adanya agen properti, maka Anda akan merasa terbantu dan tidak mengalami kesulitan dalam pengurusan Akta Jual Beli Rumah.

Dalam proses pembelian rumah, sebaiknya langsung disertai mengurus Akta Jual Beli Rumah atau biasa disingkat AJB. Karena Akta Jual Beli (AJB) yang dikeluarkan dari Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau Notaris tersebut nantinya yang akan digunakan dalam pengurusan peralihan sertifikat rumah dari pemilik yang lama ke pemilik baru.

Akta Jual Beli Rumah merupakan bukti sah secara hukum, bahwa Anda secara resmi sudah membeli tanah atau bangunan dari pihak yang menjual dan sudah membayar lunas. Akta Jual Beli (AJB) tersebut juga berfungi untuk memproses surat peralihan hak milik dari pemilik lama atau untuk mengurus balik nama.

Kator Pertanahan merupakan pihak yang mengeluarkan sertifikat tanah dan sebagai syarat untuk pendaftaran, maka Anda akan diminta Akta Jual Beli rumah (AJB). Namun sebelum Anda datang ke kantor PPAT dengan orang yang menjual tanah, maka ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan terlebih dahulu.

Syarat-Syarat untuk Mengurus Akta Jual Beli Rumah (AJB)

Sebagai syarat utama dalam mengurus Akta Jual Beli Rumah (AJB), maka kantor PPAT akan meminta sertifikat asli hak atas kepemilikan tanah dari pihak penjual. Selain itu, PPAT juga akan meminta Surat Tanda Terima Setoran (STTS) dan surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari pihak penjual.

Setelah itu maka pihak PPAT akan mencocokkan kembali sertifikat dari pihak penjual dengan Buku Tanah yang ada di Kantor Pertanahan. Dari pihak Kantor Pertanahan juga akan memriksa bahwa PBB sudah dibayar lunas atau masih terdapat tunggakan.

Berikut ini syarat-syarat lengkap untuk mengurus Akta Jual Beli Rumah (AJB):

Rumah yang Sudah Bersertifikat

Syarat bagi penjual:

  1. Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri
  2. Foto kopi Kartu Keluarga (KK)
  3. Sertifikat tanah yang asli
  4. Surat bukti tanda terima setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Syarat bagi pembeli

  1. Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri
  2. Foto Kopi Kartu Keluarga (KK)
  3. Foto kopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

 Rumah yang Belum Bersertifikat

 Syarat bagi Penjual:

  1. Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri
  2. Foto kopi Kartu Keluarga (KK)
  3. Surat Kterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) yang asli
  4. Surat bukti hak kepemilikan tanah yang asli
  5. Surat keterangan dari Kepala Desa dan Camat
  6. Surat bukti tanda terima setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Syarat bagi pembeli

  1. Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri
  2. Foto kopi Kartu Keluarga (KK)
  3. Foto kopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Biaya untuk Mengurus Akta Jual Beli Rumah (AJB)

Pada saat Anda membeli rumah baru, selain membayar biaya harga rumahnya biasanya juga harus mengurus Akta Jual Beli Rumah (AJB) dengan membayar ke pihak PPAT. Pada umumnya biaya tersebut ditanggung dari kedua belak pihak antara penjual dan pembeli.

Dalam Peraturan Menteri Agraria No 10 pada tahun 1962, bahwa biaya jasa PPAT untuk proses pembuatan Akta Jual Beli yaitu 0,5 persen dari harga total transaksi secara keseluruhan. Misalnya, Jika dalam transaksi penjualan sebuah rumah yaitu Rp.700 juta, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk jasa PPAT yaitu Rp.3.500.000.

Akan tetapi pada kenyataannya, angka tersebut saat ini tidak terpakai. Karena angka yang digunakan oleh pihak PPAT untuk mengurus Akta Jual Beli Rumah yaitu 1% dari semua total transaksi. Perlu Anda ingat, bahwa biaya tersebut hanya sebatas untuk pembuatan Akta Jual Beli Rumah saja.

Biaya tersebut belum termasuk dari biaya pengecekan dan biaya untuk balik nama sertifikat yang dikeluarkan dari Kantor Pertahanan. Dengan begitu Anda harus menyiapkan budget untuk kebutuhan tersebut.

Dari beberapa penjelasan di atas mengenai pentingnya Akta Jual Beli Rumah dan syarat-syarat mengurus Akta Jual Beli Rumah (AJB), semoga bermanfaat untuk Anda. Meskipun pertama kali membeli rumah, namun dengan pengetahuan yang cukup maka Anda tidak akan merasa kesulitan.

admin

shares