Cara Mengobati Diabetes Berbeda, Tergantung Jenisnya

Cara Mengobati Diabetes Berbeda, Tergantung Jenisnya

Benarkah mengonsumsi makanan yang memiliki rasa manis dapat meningkatkan resiko terkena diabetes? Apakah dengan hanya memakan makanan manis dapat berujung diabetes?

Tidak ada salahnya mengonsumsi makanan yang manis, apalagi kamu pasti menyukai sajian ini ketik membutuhkan cemilan. Menurut WHO (World Health Organization), kita boleh mengonsumsi gula sebanyak 5 persen dari kalori yang dikonsumsi. Jadi, pada hakikatnya, kamu tidak dilarang untuk mempertahankan hobimu mengonsumsi sajian yang manis. Namun, tahukah kamu bahwa ada bahaya yang mengintai dibalik kesukaanmu mengonsumsi makanan manis? Bahaya tersebut bukan hanya berakibat pada diabetes, tapi juga kemungkinan buruk lainnya.

Jika kamu memiliki riwayat diabetes dalam keluarga, bagaimana cara mengobati diabetes? Apakah diabetes yang disebabkan dari faktor genetik dapat disembuhkan?

Dilansir dari Halodoc, cukup banyak bahaya yang siap menyerangmu kapan saja jika kamu berlebihan dalam mengonsumsi makanan manis. Berikut adalah resiko dan dampak buruk dari kelebihan mengonsumsi gula.

  1. Karies gigi
  2. Kanker
  3. Menambah tingkat stres
  4. Obesitas
  5. Lemak perut menumpuk
  6. Tekanan darah tinggi

Namun, bukan hanya mengonsumsi makanan manis berlebihan yang dapat menyebabkan kamu mengalami penyakit-penyakit di atas. Pada dasarnya, diabetes juga dapat dipengaruhi dari pola hidup yang tidak sehat, kurang olahraga, dan terlalu banyak duduk.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa diabetes adalah penyakit di mana gula darah seseorang di atas normal, diabetes merupakan penyakit kronis dan berlangsung dalam jangka panjang.

Banyak sekali beragam jenis diabetes yang terjadi di tengah-tengah kita. Berbeda jenisnya, maka berbeda pula cara mengobati diabetes itu. Sebelum melakukan pengobatan, biasanya seseorang akan mengalami gejala diabetes. Gejala-gejala yang dirasakan seperti rasa lapar yang berlebihan, pandangan kabur, seringnya buang air kecil, berat badan mengalami penurunan tanpa sebab, rasa haus terus-menerus, dan sering mengalami infeksi.

Jika kamu mengalami gejala di atas, maka segera konsultasikan ke dokter sebelum kondisi kesehatanmu semakin memburuk. Ketika berkonsultasi dengan dokter, mereka akan melakukan diagnosa terlebih dulu. Diagnosa biasanya dilakukan dengan melakukan tes gula darah yang terbagi menjadi sewaktu, puasa, tes toleransi glukosa, dan ada juga yang melakukan tes HbA1C yang berfungsi untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2 hingga 3 bulan ke belakang.

Baru setelah itu, dokter akan mengobati diabetes. Dengan cara apa? Dengan menggunakan metode 5 Pilar. Seperti edukasi, pengaturan pola makan, olahraga, penggunaan obat-obatan, dan pemantauan gula darah mandiri.

Dan untuk melakukan pencegahan diabetes, kamu bisa menerapkan pola hidup sehat dari sekarang. Selain itu, perbanyak juga aktivitas fisik dan berolahraga secara rutin minimal 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Jika kamu memiliki waktu luang yang lebih banyak, kamu bisa berolahraga setiap hsri misalnya berlari kecil di pagi dan sore hari selama 30 menit.

Tidak hanya kamu pribadi, tapi juga lindungi keluarga kamu sedini mungkin dengan membiasakan anak-anak mengikuti olahraga. Karena faktor resiko terjadinya diabetes dapat terdeteksi ketika anak memasuki usia 4 hingga 7 tahun dan usia 10 hingga 14 tahun.

Dari keseluruhan jenis diabetes yang ada, menandakan bahwa mengobati diabetes juga memiliki banyak cara. Jika kamu memang memiliki faktor keturunan yang terkena diabetes, alangkah lebih baik jika kamu memeriksakan diri kamu ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dini. Upaya ini juga dapat mencegah dirimu tenggelam lebih jauh dalam kesengsaraan merasakan diabetes. Karena mencegah memang lebih baik, daripada mengobati.

admin

shares