Kemacetan Jakarta Menyimpan 3 Fakta Ini

Kemacetan Jakarta Menyimpan 3 Fakta Ini

Kemacetan Jakarta seolah menjadi masalah yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah. Beberapa kali berganti pemerintahan daerah, macetnya Jakarta seolah menjadi masalah klasik yang tak kunjung selesai. Namun, pemerintah bukan tak memberikan solusi dari masalah kemacetan di ibu kota, berbagai moda transportasi umum seperti busway, kereta rel listrik (KRL), bahkan yang terbaru Mass Rapid Transit (MRT) harusnya mampu membuat warga Jakarta meninggalkan kendaraan pribadi mereka.

Nyatanya, kontribusi warga masih terbilang rendah. Masih banyak warga yang lebih memilih mobil pribadi ketimbang transportasi umum. Penggunaan sewa mobil di Jakarta untuk keperluan pribadi juga tergolong rendah, paling hanya untuk wisatawan dari luar Jakarta ataupun expatriat.

Kemacetan Jakarta sudah bukan lagi fakta baru bagi banyak orang. Namun, tahukah anda bahwa kemacetan Jakarta menyimpan beberapa fakta lainnya?

  1. Kemacetan Jakarta berada di peringkat 7 kota termacet di dunia

TomTom Traffic Index, sebuah lembaga yang memberikan informasi statistik tentang kemacetan di 403 kkota di 56 negara di 6 benua, memberikan laporan terbaru mengenai angka kemacetan Jakarta yang ternyata berada di peringkat 7 di dunia. Peringkat ini turun 8% dari tahun sebelumnya, di mana Jakarta berada di peringat ke-4. Penurunan ini diduga karena ada beberapa kebijakan seperti adanya ganjil-genap, perluasan rute, hingga dihilangkannya beberapa jaur cepat.

  1. Banyaknya kendaraan di Jakarta tak sebanding dengan pertumbuhan jalan

Berapa kira-kira kendaraan bermotor yang ada di Jakarta setiap harinya? Ternyata, ada 5500 sampai 6000 unit kendaraan bermotor yang ada di Jakarta setiap harinya! Bahkan, jumlahnya bisa bertambah. Sebanyak 4000 kendaraaan roda dua memadati Jakarta. Banyaknya jumlah kendaraan tersebut tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan jalan di ibu kota. MIrisnya, pertumbuhan jalan di Jakarta hanya sebanyak 0,01% setiap tahun.

Di sisi lain, industri otomotif terus berlomba-lomba memanjakan konsumen dengan memberikan berbagai promo dan cicilan mobil DP ringan dari berbagai merek otomotif ternama, seperti cicilan mobil Honda, Toyota, Suzuki, dan lainnya.

  1. Kemacetan berdampak pada kesehatan

Penelitian dari Aggresive Behavior, menunjukkan bahwa pengemudi yang menghadapi kemacetan parah setiap harinya mengalami peningkatann stress dan perilaku agresif. Selain itu, perjalanan dengan durasi panjang setiap harinya mengurangi waktu tidur seseorang yang bisa berdampak langsung kepada kesehatannya.

Soal kemacetan Jakarta yang sudah menjadi masalah turun temurun, memang tak bisa diselesaikan dalam sekejap saja. Solusi dari pemerintah harus diimbangi dengan kontribusi warganya.

admin

shares