Ternyata Tes Alergi Memiliki Macam dan Kegunaannya Masing-Masing

Ternyata Tes Alergi Memiliki Macam dan Kegunaannya Masing-Masing

Pernah merasakan gatal secara tiba-tiba tanpa mengetahui penyebabnya? Ingin tahu bagaimana dokter memeriksa gatal yang anda rasakan tersebut? Setiap orang mungkin pernah mengalami gatal yang tidak diketahui penyebabnya. Apalagi kalau berlangsung cukup lama, tentu kita ingin segera berobat. Nah, ternyata dokter memiliki cara khusus yang disebut tes alergi. Bagaimana cara pemeriksaannya?

Tidak se rumit yang kita kira, tes alergi yang dilakukan oleh tenaga ahli kesehatan telah memiliki spesifikasinya masing-masing sehingga lebih memudahkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap pasien. Hal ini bisa kita kenali dengan mudah kalau kita bisa mengenali apa yang kita lakukan sebelum mengalami gatal-gatal seperti makan sesuatu, menyentuh sesuatu dan sebagainya.

  1. Jenis tes tusuk kulit

Kita langsung mulai untuk mengenal tes yang pertama yang disebut dengan tes tusuk kulit. Dalam bahasa inggris, tes tersebut juga disebut dengan skin prick test. Anda mungkin pernah menggunakan tes ini ketika masih kecil, masih ingat? Kalau sudah tidak lagi ingat, perlu anda ketahui bahwa tes ini adalah tes yang dilakukan dengan jarum khusus untuk ditusukkan ke kulit untuk mengetahui alergi atau tidak.

Jenis alergi yang terdeteksi melalui tes ini bisa dikatakan beragam dan mungkin sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Beberapa alergi tersebut adalah alergi terhadap makanan meliputi udang, susu, kepiting, dan alergi terhadap yang terhirup seperti serbuk bunga, debu, tungau serta alergen lainnya yang bisa mencakup 33 jenis alergen yang bisa diketahui melalui tes tersebut.

  1. Jenis tes tempel

Berbeda dengan tes tusuk kulit, tes tempel dilakukan dengan menempelkan bahan kimia di kulit punggung pasien. Jenis alergi yang diperiksa dengan tes tempel ini pun berbeda, yaitu beberapa jenis alergi yang disebabkan oleh kontak dengan bahan kimia. Beberapa kasus yang telah ditangani dengan tes ini adalah pasien dengan penyakit dermatitis dan juga penyakit eksim.

Pemeriksaan yang intensif diperlukan dalam tes tempel ini. Dan hasil dari tes tersebut pun baru bisa dilihat setelah melakukan tes selama 48 jam. Sehingga, dibutuhkan tenaga yang memang ahli untuk tes yang dalam bahasa inggris disebut patch test ini.

  1. Jenis tes RAST

Jenis tes yang ketiga ini bernama RAST, yang merupakan singkatan dari Radio Allergo Sorbent Test. Merupakan tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah pasien mengalami alergi atau tidak dengan cara menggunakan teknologi mesin komputer khusus. Adapun tes ini akan langsung diketahui oleh pasien dengan tepat dan cepat hanya dalam waktu 4 jam setelah pemeriksaan.

Teknologi test RAST ini juga merupakan tes yang dilakukan terhadap pasien apakah pasien tersebut positif alergi terhadap makanan maupun alergi terhadap benda yang dihirup atau tidak. Satu hal yang perlu anda lakukan apabila ingin melakukan tes RAST ini adalah anda tidak diperbolehkan dalam masa menggunakan obat-obatan tertentu.

  1. Jenis tes kulit intrakutan

Jenis tes yang keempat ini cukup sederhana untuk dilakukan, yaitu dengan menyuntikkan obat kepada pasien dan akan diketahui hasilnya dalam 15 menit. Kegunaan dari tes kulit intrakutan ini adalah untuk mengetahui apakah pasien alergi terhadap obat tertentu atau tidak.

  1. Jenis tes provokasi obat

Dan tes alergi yang terakhir adalah tes provokasi obat, yang memiliki kegunaan identik dengan tes kulit intrakutan, yaitu untuk mengetahui apakah pasien alergi terhadap obat atau tidak. Nah, dari banyaknya jenis tes di atas, sekarang anda bisa memperkirakan sendiri apa yang harus anda lakukan ketika mengalami gatal secara tiba-tiba selagi masih ingat aktivitas apa yang anda lakukan sebelumnya.

admin

shares