Tips Jitu Memilih Fasilitas Peminjaman Uang yang Tepat

Tips Jitu Memilih Fasilitas Peminjaman Uang yang Tepat

Bisa dibilang, memilih fasilitas peminjaman uang online yang tepat jauh lebih mudah dibanding memilih lembaga peminjaman konvensional yang reputasinya baik. Sebab, semua informasi dan reputasi fintech  kredit online, seperti Kredivo, semua bisa dicek dengan mudah di internet. Mulai dari pengalaman pengguna, rating, dan segala informasi terkait fintech tersebut.

Jangan sampai kamu menggunakan fasilitas peminjaman uang ilegal yang nggak terdaftar di OJK ya. Berikut ini ada tips buat kamu dalam memilih aplikasi peminjaman uang yang tepat untuk digunakan.

Memiliki Izin dan Terdaftar Resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Mulai dari perbankan sampai fintech, dan semua lembaga yang bergerak di sektor jasa keuangan wajib mendaftarkan perusahaan dan layanannya pada OJK. OJK sendiri adalah lembaga negara yang independen dan dibentuk berdasarkan UU. OJK adalah lembaga yang dibentuk berdasarkan UU dan sifatnya independen. Fungsi dari OJK adalah untuk mengawasi segala aktivitas pada sektor keuangan untuk melindungi hak serta kepentingan konsumen dan masyarakat. Tujuannya supaya semua kegiatan pada sektor jasa keuangan berjalan dengan transparan, adil, akuntabel, sesuai UU dan hukum yang berlaku, serta  dapat menciptakan sistem keuangan yang berkelanjutan.

Data terakhir yang dirilis OJK, kurang lebih ada sekitar 227 fintech ilegal yang sudah beroperasi tapi tidak memiliki izin dan belum mendaftar di OJK. Sementara per 8 April 2018, sudah ada sekitar 106 fintech yang terdaftar di OJK. Salah satunya Kredivo, sebagai fintech yang menyediakan berbagai fasilitas kredit mulai dari peminjaman uang hingga cicilan barang di 250 lebih e-commerce ternama seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan sebagainya.

Sebuah fintech bisa dikatakan kredibel dan layak digunakan apabila sudah terdaftar OJK. Sebab, ketika fintech tersebut mendaftarkan diri ke OJK, ada serangkaian tes atau uji kelayakan yang diberikan oleh OJK kepada fintech tersebut. Oleh karena itu, ketika kamu berniat menggunakan satu jasa fintech, kamu bisa cek dulu nama fintech tersebut di situs OJK, apakah sudah terdaftar atau belum.

Transparan Soal Suku Bunga dan Perjanjian Pinjaman

Sebagian besar fintech yang beroperasi saat ini menerapkan suku bunga pinjaman mulai dari 1% per hari atau mencapai hingga 30% per bulan. Sementara itu limit pinjaman yang diberikan hanya berkisar mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 3 juta dengan tempo pengembalian mulai 7 hari sampai 3 bulan. Suku bunga ini terbilang sangat mencekik leher dan berbeda jauh dari acuan Bank Indonesia yang menerapkan suku bunga acuan di angka 6%. Tapi, mengingat risiko pinjaman yang cukup tinggi, angka 1% per hari bisa dikatakan sebagai langkah antisipasi sekaligus “pengganti” dari risiko yang dihadapi calon kreditur.

Sayangnya, sebagian besar fintech ini justru tidak mencantumkan suku bunga secara transparan dalam situs atau aplikasinya. Sehingga, kamu harus coba ajukan pinjaman dulu untuk tahu besaran suku bunganya. Beberapa fintech bahkan tidak transparan soal bunga dalam perjanjian pinjaman yang mengakibatkan jumlah angsuran pinjaman bisa berubah-ubah tanpa ada aturan yang jelas.

Saat memilih fintech, utamakan yang ada info soal suku bunga baik di aplikasi atau situsnya. Salah satu contohnya ada Kredivo yang mencantumkan suku bunga 2,95% per bulan untuk peminjaman uang ataupun cicilan barang di e-commerce rekanan Kredivo seperti Shopee,Tokopedia, atau Bukalapak. Dibanding fintech lain, suku bunga yang diberikan Kredivo adalah yang paling rendah dan mengacu pada kebijakan Bank Indonesia.

Persyaratan Terlalu Mustahil atau Terlalu Mudah

Apabila kamu merasa persyaratan sebuah fintech untuk mengajukan pinjaman terlalu dan amat sangat mudah, atau bahkan terkesan mustahil, sebaiknya jangan dilanjutkan. Misalnya, hanya perlu foto KTP saja tanpa ada dokumen pendukung lain seperti slip gaji atau akun internet banking. Sebab, ketika kamu mengajukan pinjaman ke sebuah fintech, teknologi dari fintech tersebut akan membutuhkan data finansial untuk menentukan layak atau tidaknya kamu diberi pinjaman, dan berapa besaran pinjaman yang sesuai.

Jangan Memilih yang Suku Bunganya Harian

Supaya kondisi keuangan tetap stabil meski ada beban pinjaman, usahakan hindari aplikasi fintech peminjaman uang yang menerapkan suku bunga harian. Kalau ada yang transparan dan bunganya rendah per bulan, kenapa harus ambil risiko pinjam ke fintech berbunga harian?

Dengan Kredivo, peminjaman uang terbagi menjadi dua jenis: pinjaman mini dan pinjaman jumbo. Untuk pinjaman mini, kamu bisa ajukan pinjaman minimal 500 ribu, dengan tenor pengembalian maksimal 30 hari dan suku bunga 2,95% per 30 hari itu. Untuk pinjaman jumbo, kamu bisa ajukan pinjaman minimal Rp 1 juta dengan pilihan tenor pengembalian mulai 30 hari, 3 bulan, dan 6 bulan. Sementara itu, jumlah pinjaman maksimal yang bisa kamu ajukan mengacu pada limit kredit di akun Kredivo-mu untuk tenor 6 bulan. Suku bunganya sama, hanya 2,95% per bulan.

Kredivo menggunakan sistem limit kredit bagi pengguna yang sudah daftar akun. Jadi, apabila pendaftaran akun kamu disetujui, kamu akan menerima sejumlah limit kredit yang sudah disesuaikan jumlahnya dengan besaran penghasilan bulananmu. Limit kreditnya maksimal bisa mencapai hingga Rp 30 juta.

Syarat untuk daftar akun Kredivo ada 3:

  1. Pendaftar wajib berusia minimal 18 tahun.
  2. Berpenghasilan sebesar Rp 3 juta per bulan.
  3. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

admin

shares