Ulasan Seputar Gejala dan Penyebab Kleptomania

Ulasan Seputar Gejala dan Penyebab Kleptomania

Kleptomania merupakan gangguan mental dengan penderita yang tidak mampu menahan diri melakukan pencurian atau mengambil barang orang lain. Barang yang dicuri bukanlah barang-barang yang berharga melainkan seperti gula, permen, sisir dan lainnya. Sebelum melakukan tindakan pencurian penderita akan merasa tegang dan akan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah melakukan tindakan tersebut. Tindakan ini tentu berbeda dengan orang yang mencuri untuk mendapatkan keuntungan dan sudah direncanakan untuk melakukan tindak kriminilitas.

Berikut adalah gejala dari gangguan mental ingin mencuri diantaranya:

  • Gagal menolak dorongan yang timbul untuk mencuri walaupun barang yang akan dicuri bukanlah barang bernilai uang atau sedang dibutuhkan.
  • Merasakan malu dan takut tertangkap ketika ketahuan namun mereka tidak mampu menahan diri untuk kembali mengulangi perbuatan tersebut.
  • Pencurian dilakukan secara spontan dan dilakukan secara individu, penderita biasanya membuang barang yang ia curi atau membawa lalu memberikannya kepada keluarganya.
  • Pencurian yang dilakukan oleh penderita bukanlah halusinasi atau delusi dan bukan karena adanya luapan emosi yang menyebabkan mereka melakukan ini semua.

Kleptomania berhubungan gangguan pada serotonin yang merupakan senyawa kimia otak. Senyawa ini berperan untuk menyeimbangkan suasana hati dan emosi, jika kadarnya rendah maka akan memiliki kecenderungan perilaku yang impulsif. Disebabkan juga adanya gangguan kecanduan dimana tindakan ini dapat memproduksi dopamin yang akan membuat senyawa kimia otak menimbulkan rasa puas sehingga penderita akan melakukannya lagi dan lagi. Adanya sistem opioid otak yang membuat dorongan kepada penderita sehingga terjadi ketidakseimbangan pada sistem untuk menahan dorongan. Di Indonesia kondisi ini banyak tidak cari tahu penanganannya, beberapa kasus pencurian langsung di permasalahan sehingga banyak kasus pencurian yang tidak dapat dideteksi dan diatasi.

Penderita gangguan mental ini juga dapat diakibatkan adanya riwayat keluarga yang memiliki gangguan serupa, kecanduan terhadap alkohol maupun narkoba. Memiliki riwayat penyakit mental seperti gangguan kecemasan atau gangguan kepribadian, biasanya penderita adalah wanita. Saat melakukan diagnosis penderita akan diberikan beberapa pertanyaan terkait situasi yang mendorong penderita akan menjawab setiap pertanyaan, penderita akan dilakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan ada gejala lain yang akan ditimbulkan. Kondisi lain dari gangguan ini yang dikaitkan adalah depresi, penyalahgunaan alkohol, cemas, gangguan bipolar, percobaan bunuh diri dan gangguan kepribadian. Untuk mengatasinya sendiri belum ada obat khusus, penanganannya melalui psikoterapi dan obat yang dapat menekan dorongan untuk mencuri. Terapi ini digunakan untuk mengetahui masalah psikologis dan terapi yang dilakukan adalah terapi kognitif, terapi konseling keluarga, psikodinamik dan modifikasi perilaku.

Fakta dari penderita adalah dorongan untuk mencuri cukup kuat tanpa memikirkan konsekuensinya. Penderita sangat sulit untuk menahan diri dan menyadari bahwa tindakan yang dilakukan memiliki konsekuensi yang sangat berbahaya. Kebutuhan impuls inilah yang membuat para pengidap klepto. Sebagai bagian dari keluarga atau teman yang memiliki beberapa gejala diatas sebaiknya mendorong untuk melakukan terapi karena dengan terapi perlahan-perlahan akan mengubah psikologis penderita dan pikiran penderita menjadi lebih baik.

Jika menggunakan obat kleptomania hanya menekan rasa ingin mencuri dan ini akan kembali terulang. Terapi memiliki beberapa tahap yang harus dilewati. Tidak ada kata telat untuk menolong mereka terutama jika sampai tertangkap oleh pihak berwajib dan menjadi kecemasan para penduduk yang berada disekitarnya. Selain itu, diperlukan pendampingan saat berada di tempat umum karena biasanya penderita melakukan aksinya di tempat umum yang memacu perubahan kimia didalam otaknya.

admin

shares